Arsip Penulis


AsetBCA.com

Iklan

Leave a comment »

Windows 7

w7kabarnya  Microsoft telah merampungkan versi final dari sistem operasi teranyarnya, Windows 7. Windows 7 telah dirilis ke manufaktur komputer, sebelum dijual secara bebas di pasaran.

“Microsoft  mengumumkan Windows 7 dan Windows Server 2008 R2 telah dirilis ke manufaktur (Release To Manufacturing/ RTM). Mitra OEM siap melengkapi PC dengan Windows 7, mitra pengembang software siap menguji aplikasi Windows, dan mitra pengembang hardware siap dengan perangkat keras baru,” ujar rilis Microsoft yang diterima VIVAnews, Jumat 24 Juli 2009.

Menurut Microsoft, pengguna korporasi yang mengikuti program Software Assurance dapat mulai mengunduh Windows 7 mulai 7 Agustus 2009. Sedangkan untuk para pelanggan korporasi yang tidak memiliki program Software Assurance, dapat membeli Windows 7 khusus untuk edisi korporasi, sejak 1 September 2009. Bagi pengguna umum, Windows 7 akan tersedia secara ritel dan terinstal di komputer PC baru sejak 22 Oktober 2009.

Windows 7 adalah sistem operasi teranyar pengganti Windows Vista, yang kurang sukses di pasar. Ia disebut-sebut sebagai sistem operasi yang lebih user-centric, dengan berbagai penyempurnaan fitur dari pendahulunya.

Ia mendukung antarmuka sentuhan jari, fitur pengenal tulisan tangan (handwriting recognition), mendukung virtual hard disk, menyokong kinerja prosesor multi inti, serta menawarkan kemajuan-kemajuan di wilayah booting, DirectAccess, serta kernelnya.

Windows 7 dapat dijalankan pada komputer berspesifikasi minimum prosesor 1 GHz, memori 1GB (untuk 32 bit) – 2GB (untuk 64 bit), kartu grafis bermemori 128 MB, serta kapasitas hard disk lowong sebesar 16 GB (32 bit) atau 20 GB (64 bit).

Pada proses pengembangannya, Microsoft menempuh cara yang berbeda dengan sistem sebelumnya. Sejak masih dalam versi Beta dan RC (Release Candidate) , Microsoft Indonesia telah menyebarkan sekitar 50 ribu DVD Windows 7 untuk pengguna di Indonesia, di luar dari pengguna yang mengunduhnya sendiri secara langsung dari situs Microsoft.

Dari situ Microsoft mendapat banyak respon dan umpan balik yang digunakan untuk pengembangan ke versi final (versi RTM). “Dari beberapa pelanggan korporasi di Indonesia, kami juga mendapatkan umpan balik yang sangat positif terhadap Windows 7,” kata Lukman Susetio, Windows Client Product Manager Microsoft Indonesia.

Namun, menjelang kemunculannya, Windows 7 juga sudah menemui gejala-gejala yang bakal menghalangi mulusnya adopsi di tengah masyarakat. Sebuah survei yang diadakan oleh Scriptlogic tengah bulan ini, mengatakan bahwa 60 persen dari 20 ribu responden survei di kalangan administrator TI perusahaan, mengaku tidak berniat untuk mengadopsi sistem operasi baru Microsoft ini.

Cuma sekitar sepertiga responden yang berencana untuk mengadopsi sistem operasi ini di akhir 2010. Lebih sedikit lagi, cuma sekitar 5 persen yang ingin segera beralih ke Windows 7 di tahun ini. Hal ini disebabkan oleh krisis ekonomi yang terjadi serta alasan kompatibilitas.

Seperti halnya kemunculan Vista dengan Windows server 2008, kehadiran Windows 7 juga bakal didampingi dengan Windows Server 2008 R2 (rilis kedua), yang dirancang untuk saling berkolaborasi Fitur-fitur terbaru keduanya diklaim mampu menghadirkan peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Misalnya, teknologi Direct Access  yang membantu pengguna untuk mengakses network korporat tanpa menggunakan VPN , akan membantu pengguna yang mobile dan mempermudah para IT Administator. Fitur lain adalah Branch Cache, yang akan mengoptimalisasikan penggunaan bandwidth di kantor cabang saat mengakses data di kantor pusat.

FITUR W7

Banyak yang sudah tidak sabar menunggu keluarnya Windows 7 (W7), penerus Windows Vista. Tidak seperti biasanya, Microsoft banyak merahasiakan fitur-fitur baru W7, tetapi semiua kerahasiaan ini telah berakhir, Microsoft memberikan banyak pengembang bocoran-bocoran tentang W7 di PDC. Tehcnologizer yang berkesempatan mencoba W7 mengatakan bahwa kelihatannya OS ini… benar-benar cukup prospektif!

Pertama, Anda harus tahu bahwa W7 tidak akan memiliki perubahan drastis dari segi arsitektur perangkat lunak seperti Vista dari XP — Microsoft sendiri sudah berjanji bahwa pengguna yang meakukan upgrade dari Vista tidak akan menemui masalah kompatibilitas. Karena W7 tidak banyak berubah di belakang layar, Microsoft dapat memfokuskan pengembangan pada pengalaman pemakaian OS itu sendiri dan bukan pada berbagai aspek teknis lain seperti keamanan dan stabilitas.

Sebagian besar perubahan yang dikemas W7 berusaha untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan pengguna, dan di bawah ini adalah beberapa dari fitur-fitur baru W7 yang sudah terlihat di demonstrasi PDC Microsoft.

1. Taskbar

Mendapat perubahan terbesar sejak pertama kali debut di Windows 95. Windows 7 sudah tidak akan lagi menampilkan ikon aplikasi kecil lengkap dengan nama aplikasi melainkan hanya ikon berukuran besar mirip dengan Mac OS X. Daftar jendela yang ditampilkan saat menempatkan tetikus di atas ikon aplikasi juga diganti dengan user interface (UI) “ribbon” yang menampilkan thumbnail jendela yang terbuka secara menyamping.

Alat-alat lain yang terhubung ke komputer seperti kamera juga akan muncul di taskbar bersama jendela aplikasi. Secara keseluruhan fitur ini membuat Windows 7 tampil menarik.

2. System Tray

Secara resmi dinamakan sebagai “Notification Area,” Microsoft akhirnya memungkinkan pengguna alat-alat untuk menata area desktop yang sering berantakan ini. Pengguna dapat memiliki ikon apa saja yang ditampilkan di System Tray, mengubah posisi ikon dan apakah mereka diperbolehkan menarik perhatian pengguna dengan notifikasi.

3. Jump List

Menu jump list akan muncul di Start Menu atau saat pengguna melakukan klik di salah satu aplikasi Taskbar, memberikan beberapa pilihan pada pengguna untuk melakukan berbagai aksi yang didukung aplikasi. Gambar di bawah ini memperlihatkan jump list Windows Media Player (WMP) yang memberikan opsi pada pengguna untuk memutar lagu, melihat lagu-lagu terakhir yang diputar dan banyak lagi.

4. User Account Control (UAC) yang Lebih Baik

UAC merupakan salah satu fitur yang paling dibenci pengguna Windows Vista. Kini selain pilihan “On” dan “Off,” pengguna dapat memilih agar UAC hanya muncul saat instalasi aplikasi atau saat sebuah aplikasi mengubah konfigurasi Windows saja. Belum diketahui apakah perubahan ini cukup untuk menjadikan UAC dari musuh menjadi teman, tetapi perubahan ini setidaknya akan menjadikan UAC Windows lebih ramah.

5. Kinerja

Microsoft mengatakan bahwa mereka banyak melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas Windows 7 seperti mengurangi waktu boot dengan mengaktifkan beberapa aplikasi secara parallel, metode manajemen memori baru dan banyak lagi. Saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan kinerja, kita harus menunggu datangnya versi yang sudah hampir rampung untuk mendapatkan benchmark yang berarti, tetapi menurut Technologizer, Windows 7 terasa sangat cepat dioperasikan di laptop Dell yang dipinjamkan Microsoft — dan bersih dari bloatware.

6. Device Stage

Fitur baru ini mengumpulkan semua hal yang berhubungan dengan peripheral di satu tempat untuk memudahkan pengguna seperti konfigurasi, fitur, dokumentasi bahkan layanan pembelian tinta printer dan lain-lain.

7. Libraries

Apabila Anda sudah mengenal konsep library untuk lagu seperti yang dimiliki iTunes, konsep library di Windows 7 juga tidak akan asing bagi Anda. Fitur ini mengumpulkan semua file dalam PC Anda berdasarkan tipe ke dalam library masing-masing untuk memudahkan manajemen media. Sebagai contoh, semua foto dari semua PC dan jaringan akan dikumpulkan di sebuah library foto yang dapat diakses di satu tempat seperti gambar di bawah ini.

8. HomeGroups

Windows 7 memperkenalkan fitur jaringan baru bernama HomeGroups yang bertujuan untuk memudahkan beberapa komputer satu jaringan untuk saling berbagi file dan peripheral — seolah-olah semua itu terletak pada satu PC yang sama. Walaupun fitur-fitur Windows Networking sejak dulu selalu bertujuan sama, pada kenyataannya konfigurasi untuk menggunakan printer jaringan masih tetap terlalu sulit untuk sebagian besar pengguna.

9. “Peeking” (Mengintip)

Fitur peeking pada Windows 7 memudahkan pengguna untuk dengan cepat membaca konten dalam satu jendela tanpa perlu berinteraksi dengan jendela tersebut. Menempatkan tetikus di atas thumbnail jendela di Task Bar akan mengubah semua jendela yang terbuka menjadi transparan kecuali jendela yang dipilih. Selain dapat “mengintip” jendela aplikasi tertentu pengguna juga dapat mengintip desktop Windows.

10. Sidebar Tidak Lagi Digunakan

Jika dibandingkan dengan widget Mac OS X yang dapat ditempatkan di desktop, perbedaan paling mencolok dari gadget Microsoft adalah peletakannya pada sidebar di sebelah kanan layar. Di W7, sidebar tersebut dihilangkan karena dianggap terlalu banyak menggunakan tempat yang ada dan gadget kini dapat diletakkan langsung di desktop. Walaupun hal ini juga sebenarnya dapat dilakukan di Vista.

11. Kompatibilitas iTunes

WMP kini mendukung dua format media favorit Apple: AAC untuk audio dan H.264 untuk video. WMP ini juga dapat menemukan library iTunes yang ada pada jaringan dan memutar isinya. Fairplay DRM Apple tidak didukung, tetapi entah kenapa memutar sebuah video podcast yang beresolusi lumayan terlihat buruk di WMP.

12. WMP Minimalis

Ketika Anda melakukan klik kanan pada sebuah file media di Windows Explorer dan menggunakan WMP untuk memutarnya, WMP akan muncul dalam mode minimalis yang tidak mendominasi desktop Anda. Anda juga bisa memutar media pada preview pane Windows Explorer tanpa perlu meluncurkan WMP sama sekali.

13. Streaming Multimedia

W7 menambahkan fitur pengiriman file media dari PC ke berbagai alat yang mendukung streaming seperti sistem musik Sonos melalui jaringan. Microsoft mengatakan bahwa W7 akan mengubah file ke dalam format sehingga dapat diputar oleh pemutar media Anda. Hal ini juga berarti Microsoft sudah selangkah lagi mendekati cita-cita Bill Gates menjadikan Windows pusat media di rumah. Versi Media Center dari Windows 7 juga mendapatkan upgrade besar.

14. Pengaturan Jendela Otomatis

Geser jendela mendekat tepi kanan atau kiri maka jendela tersebut akan langsung berubah ukuran menjadi setengah layar. Hal ini ditujukan untuk memudahkan Anda menyusun dua jendela secara berdampingan (seperti browser atau dokumen Word) agar Anda dapat dengan mudah bekerja pada kedua jendela sekaligus.

15. Mencari Semua Tempat Sekaligus

Fitur W7 bernama “Search Federation” memungkinkan Anda untuk mengikutkan berbagai komputer, media penyimpanan jaringan dan situs ke dalam pencarian Windows 7.

16. Tema

Microsoft sudah sangat lama sekali tidak mengantarkan perubahan besar pada fitur kustomisasi tema di Windows. Di W7 Microsoft menyediakan sebuah pemilih tema baru yang lebih baik dengan fitur preview dalam ukuran asli dan memungkinkan Anda untuk menyimpan tema kustom hanya dengan dengan beberapa klik. Microsoft juga berencana untuk mengganti namanya dari Themes menjadi Styles.

17. Windows Live

Secara resmi Microsoft memiliki mengemas sedikit sekali aplikasi pada W7, tidak seperti Vista. Aplikasi Photo Gallery, Movie Maker dan email telah dijadikan unduhan gratis yang disebut Windows Live Esentials, walaupun Microsoft tetap berharap berbagai vendor PC tetap akan mengemas Windows Live Essentials ke dalam komputer yang mereka jual.

18. Paint Baru

Windows Paint yang sudah banyak terlupakan mendapatkan upgrade besar, kini tampil dengan UI ribbon dari Office 2007 yang sekarang telah menjadi standar di berbagai aplikasi Microsoft. Walaupun masih banyak yang menganggap Paint.net sebagai alternatif pengganti Paint yang lebih baik.

19. Fitur Layar Sentuh

Windows 7 adalah versi Windows pertama yang mendukung multi-touch yang memungkinkan Anda mengendalikan OS ini dengan kedua tangan. Masih banyak yang ragu apakah multi-touch akan merevolusi dunia PC sebagaimana ia merevolusi dunia ponsel. Saat ini hampir tidak ada PC yang beredar di pasar yang mendukung fitur layar sentuh selain TouchSmart dari HP dan Latitude XT dari Dell. (via Technologizer)

JALAN DI PENTIUM II

Sistem operasi terbaru umumnya membutuhkan spesifikasi komputer yang lebih bertenaga. Tetapi, seorang pengguna ekstrim yang gemar mengutak-atik mencoba menjalankan sistem operasi terbaru buatan Microsoft yakni Windows 7 pada komputer paling lawas yang ia punya, Pentium II 266MHz.

Pengguna yang memakai nick “hackerman1” berhasil menginstalasikan Windows 7 di komputer tersebut. Sistem operasi dapat bekerja dengan baik pada komputer dengan memori sebesar 96MB serta kartu grafis dengan memori video 4MB.

Seperti VIVAnews kutip dari postingnya di forum thewindowsclub.com 25 Juni 2009, ia tidak puas sampai di situ. Ia terus menguji coba sampai serendah apa spesifikasi yang bisa menjalankan Windows 7. Sebelumnya, ia mencoba Windows 7 di komputer tersebut dengan RAM 128MB, karena berhasil, ia kurangi menjadi 96MB dan masih sukses. Kemudian ia mengurangi sebagian RAM-nya menjadi 64MB. Di sini sistem operasi enggan bekerja dan memunculkan pesan error “insufficient memory” lalu restart otomatis.

Rencananya, ia akan coba jalankan Windows 7 di komputer lawasnya yang lain yakni Pentium klasik berkecepatan 166MHz dan VGA 1MB. Sayangnya ia belum menemukan power supply yang dapat digunakan untuk mengujinya.

Meski hackerman1 tidak menyebutkan berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menginstalasikan atau menunggu komputer menyelesaikan proses boot, member forum lain yang juga coba memasang Windows 7 di komputer Pentium III perlu waktu 17 jam nonstop untuk menyelesaikan proses instalasi. Waktu untuk boot sendiri sekitar 17 menit saja.

BLOG WINDOWS 7

Sejauh ini Microsoft masih belum banyak bicara tentang Windows 7. Hampir semua yang kita ketahui tentang operating system (OS) penerus Vista ini dibocorkan Microsoft secara perlahan hanya kepada institusi-institusi tertentu, dan itupun hanya sedikit. Bahkan beberapa mitra Microsoft mengeluh bahwa Microsoft tidak cukup terbuka dan mereka benar-benar membutuhkan detil Windows 7 untuk merencanakan produk mereka.

Kerahasiaan ini tampaknya berubah sedikit demi sedikit: Microsoft telah meluncurkan blog bernama “Engineering Windows 7” (E7) di http://blogs.msdn.com/e7/.

Anggota-anggota lain dari tim Windows 7 akan turut berpartisipasi dan berdiskusi di E7 yang memiliki dua penulis utama:

  • Steven Sinofsky — bertanggung jawab atas Windows dan Windows Live Engineering Group
  • Jon DeVaan — pemimpin divisi Windows Core Operating System

Saat ini E7 baru memiliki dua artikel. Artikel pertama mendiskusikan syarat pemakaian E7 sedangkan yang satu lagi mengucapkan selamat datang ke para pengunjung (para pecinta Windows), sekaligus memberi keterangan tentang mengapa Microsoft masih belum banyak mendiskusikan Windows 7. Sinofsky mengatakan bahwa mereka “telah belajar tentang komunikasi publik dan bagaimana kami semua terkadang membicarakan fitur-fitur sebelum mengerti penuh tentang fitur-fitur tersebut.” Dengan kata lain, mereka berusaha untuk tidak menjanjikan terlalu banyak fitur yang mungkin tidak dapat mereka tepati.

E7 tampaknya tidak akan menjadi blog marketing resmi Windows 7 yang akan dibawahi oleh divisi public relations Microsoft, akan tetapi lebih ditujukan kepada pengunjung teknis. (via ArsTechnica)

DAFTAR PUSTAKA

http://teknologi.vivanews.com

http://udaramaya.com

Leave a comment »

Microsoft Surface (HCI part_2)

Keberadaan komputer memang membuat segalanya menjadi mudah. Teknologinya berubah seiring berjalannya waktu baik perkembangan software maupun hardware yang terdapat pada komputer.

Kini perusahaan M$ sedang mengembangkan proyek komputer masa depan Microsoft Surface (code name: Milan). Uniknya komputer ini tidak menggunakan mouse ataupun keyboard sebagai input devide melainkan menggunakan multiple layar sentuh dan suara.

Dalam ponsel teknologi layar sentuh memang sudah lama diperkenalkan sebut saja ponsel Applephone namun sampai belum ada satupun sistem operasi yang murni menggunakan layar sentuh. Selain layar sentuh komputer juga dapat mengenali suara, bayangkan saja kalo kita suatu saat nanti tidak perlu lagi repot-repot mengetik cukup kita sebutkan katanya dan komputer akan otomatis mengetiknya. Komputer ini pertama kali di perkenalkan dalam ajang D5 Mei 2007 lalu dan akan dipasarkan pada akhir tahun ini.

Sasaran targetnya ialah perusahaan bisnis besar, perhotelan, Restoran, Retail. Harga yang di laporkan berkisar antara $5000-10000. Harga ini jauh di luar jangkauan home user namun pihak M$ dalam beberapa tahun ke depan akan berusaha untuk terus menurunkan harga.

Dari : http://varius-opinion.blogspot.com/…/kecanggihan-konsep-komputer-masa-depan.html

Pendapat :

Menurut saya, Komputer ini akan dapat merebut pasar teknologi dunia. Dilihat dari kesibukkan orang-orang pembisnis, maka komputer seperti ini akan menjadi andalannya dalam menjalani pekerjaan, bayangkan saja, dengan hanya bicara, komputer akan melakukan kerjaannya. Intinya, bicara = pekerjaan selesai.

Jadi, kedepannya… komputer (Microsoft Surface) akan dapat merebut hati para penggunanya…apalagi ne… M$ akan berusaha untuk menurunkan harga. Seandainya komputer ini harganya sama dengan komputer yang biasa beredar dipasaran (angkatan core 2 duo), kemungkinan besar saya akan ikut beli (meskipun ngutang dulu…..J)

Comments (1) »

riset (penemuan) di bidang HCI (part 1)

Komputer DNA
Meniru dari Makhluk Hidup

Komputer dan DNA… dua istilah yang biasanya dipergunakan dalam
konteks yang sangat berbeda. DNA merupakan istilah favorit di dunia biologi dan
genetik, sedangkan komputer justru populer dalam dunia informatika dan
teknologi modern. Lalu apa hubungan antara keduanya? Siapa pula yang punya
ide gila untuk membuat komputer DNA?
Alkisah ada seorang ilmuwan komputer yang bekerja di University of
Southern California, bernama Leonard M. Adleman. Suatu malam Adleman
sedang asyik membaca buku biologi, Molecular Biology of the Gene, yang ditulis
oleh James Watson, ahli biologi yang pernah memenangkan Nobel pada tahun
1962 atas penemuan struktur DNA Double-Helix pada tahun 1953. Ia sangat
terpesona dengan isi buku tersebut, sampai-sampai ia tidak bisa tidur malam itu.
Bayangan rantai DNA yang berpilin terus saja mengusik pikirannya. Tiba-tiba
Adleman lompat dari tempat tidurnya. Terjadi pencerahan! Ia menyadari sesuatu
yang sangat menarik: Sel hidup manusia mengolah dan menyimpan informasi
dengan cara yang sangat mirip dengan program komputer!

Malam itu juga Adleman langsung membuat sketsa penting tentang DNA
Computer (Komputer DNA). Komputer yang kita kenal sehari-hari menggunakan
data biner (binary data) untuk menyimpan dan mengolah informasi/perhitungan.
Data biner ini merupakan sistem angka berbasis dua, yaitu 0 dan 1. DNA,
singkatan dari Deoxyribosenucleic Acid, menyimpan dan mengolah informasi
genetika manusia dalam molekul-molekul yang diberi kode huruf A, C, T, dan G.
A merupakan inisial untuk Adenine, C untuk Cytosine, T untuk Thymine, dan G
untuk Guanine. Adenine hanya bisa berpasangan dengan Thymine, Guanine hanya
bisa berpasangan dengan Cytosine. Ini berarti bahwa jika ada satu rantai DNA
yang memiliki kode AACTAGGTC maka pasangannya pasti TTGATCCAG.
Kedua rantai itu akan berpasangan dan membentuk struktur berpilin yang kita
kenal sebagai Double-Helix. Enzim dalam sel hidup membaca data-data genetik
yang tersimpan dalam DNA (dalam bentuk kode A, C, T, G tadi) menggunakan
cara yang sangat mirip dengan cara komputer membaca data biner. Analogi antara
keduanya inilah yang dimanfaatkan dalam komputer DNA. Pada tahun 1994
untuk pertama kalinya Adleman mempublikasikan perhitungan dasar komputer
DNA dalam jurnal ilmiah Science. Sejak itu ilmuwan-ilmuwan seluruh dunia
berbondong-bondong melakukan penelitian untuk mengembangkan komputer
canggih yang sistemnya meniru dari sel makhluk hidup ini. NASA, Pentagon, dan
banyak lagi lembaga dan agen federal berlomba-lomba mengucurkan dana untuk
penelitian yang bisa menghasilkan DNA sintetik yang kemudian digunakan untuk
penelitian yang berusaha mengembangkan sistem komputer masa depan ini.
Adleman berhasil membuktikan pemikirannya bahwa DNA bisa
‘berhitung’. Ia menggunakan masalah perhitungan matematika yang dikenal
sebagai Travelling Salesman Problem (TSP), yaitu masalah klasik yang mencoba
mencari rute terpendek yang bisa dilalui seorang salesman yang ingin
mengunjungi beberapa kota tanpa harus mendatangi kota yang sama lebih dari
satu kali. Jika jumlah kota yang harus didatangi hanya sedikit, misalnya hanya ada
5 kota, maka permasalahan ini dapat dipecahkan dengan sangat mudah. Kita
bahkan tidak memerlukan komputer untuk menghitungnya. Tetapi masalahnya
jadi rumit jika ada lebih dari 20 kota yang harus didatangi. Ada begitu banyak kemungkinan yang harus dicoba dan diuji untuk menemukan jawabannya.
Komputer DNA yang dibuat oleh Adleman berhasil memecahkan perhitungan ini
dengan menggunakan 7 kota sebagai percobaan awal. Masing-masing kota dan
semua kemungkinan rute dilambangkan oleh satu rantai DNA yang masing-
masing memiliki kode yang spesifik. Semua rantai DNA ini kemudian direaksikan
dan membentuk rantai double-helix secara alamiah. Rantai-rantai yang sudah
berpasangan ini melambangkan semua kemungkinan rute. Untuk mencari rute
yang benar, Adleman menambahkan enzim yang secara alamiah menghancurkan
molekul yang melambangkan rute yang salah. Satu-satunya rantai yang tersisa
adalah rantai yang melambangkan jawaban yang dicari, yaitu rute terpendek yang
menghubungkan ketujuh kota tersebut tanpa harus melewati masing-masing kota
lebih dari satu kali. Komputer DNA ciptaan Adleman berhasil menyelesaikan
perhitungan TSP untuk 7 kota ini dalam waktu beberapa hari. Padahal komputer
biasa yang kita gunakan sehari-hari bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan
menit. Lho? Komputer masa depan tetapi justru kalah dengan komputer klasik?
Jadi untuk apa para ilmuwan di seluruh dunia berlomba-lomba mengembangkan
komputer DNA ini?
Ada satu rahasia yang merupakan keunggulan utama komputer DNA.
Enzim-enzim yang terlibat bekerja secara paralel. Komputer klasik membaca dan
mengolah data secara linier (berurutan). Melibatkan data dalam jumlah besar,
komputer klasik akan sangat kerepotan mengolah data-data yang luar biasa
banyaknya. Proses perhitungan membutuhkan waktu sangat lama karena
dilakukan satu per satu. Di sinilah keunggulan komputer DNA! Untuk jumlah data
yang sangat banyak, komputer DNA dapat melakukan perhitungan jauh lebih
cepat karena semua prosesnya dilakukan secara paralel (bersamaan). Ukuran
molekul DNA yang sangat kecil juga merupakan keunggulan komputer masa
depan ini. 1 gram DNA yang sudah dikeringkan memiliki kapasitas menyimpan
informasi dalam jumlah yang sama dengan 1 trilyun CD (Compact Disc). Padahal
1 gram DNA kering itu ukurannya hanya sebesar butiran gula pasir! Dengan
semakin majunya perkembangan teknologi, jumlah data dan informasi pun
semakin bertambah. Lama-kelamaan, data yang berlimpah ini tidak dapat lagi disimpan dalam memory chip komputer yang terbuat dari silikon seperti yang
selama ini kita gunakan. DNA merupakan alternatif yang sangat menjanjikan.
Lagipula, microprocessor yang kita gunakan dalam komputer klasik biasanya
terbuat dari bahan-bahan yang bersifat racun sehingga mengotori udara dan
lingkungan. Biochip (chip biologis) yang terbuat dari DNA merupakan teknologi
yang ‘bersih’. Kita juga tidak akan pernah kehabisan DNA selama masih ada sel-
sel makhluk hidup. Ini menjadikannya sumber daya yang sangat murah.
Dalam beberapa tahun terakhir teknologi komputer DNA menunjukkan
perkembangan yang sangat menggembirakan. Komputer DNA buatan Adleman
mereaksikan cairan DNA dalam tabung-tabung reaksi. Pada bulan Januari 2000
jurnal ilmiah Nature mempublikasikan keberhasilan para ilmuwan di University of
Wisconsin di Madison yang melekatkan DNA pada permukaan padat gelas dan
emas. Ini berarti komputer DNA dapat dibuat dalam bentuk chip padatan yang
mirip dengan chip komputer konvensional. Pada tahun 2001, seorang ilmuwan
dari Weizmann Institute of Science di Israel, Ehud Shapiro, mendapatkan paten
atas komputer DNA yang dibuatnya. Komputer DNA buatan Shapiro ini hanya
terdiri dari satu tetes air saja. Komputer terkecil di dunia ini menggunakan
molekul-molekul DNA dan enzim-enzimnya dalam satu tetes air tersebut sebagai
sarana input (masukan data), output (keluaran data), software (perangkat lunak),
dan hardware (perangkat keras). Pada bulan Februari 2003, penemuan ini
akhirnya tercatat dalam Guinness World Records sebagai ‘The Smallest Biological
Computing Device’ atau Komputer Biologis Terkecil di Dunia. Hebatnya lagi,
komputer super mini ini memiliki kecepatan 100.000 kali lebih cepat dari
komputer konvensional tercanggih yang ada saat ini! (Yohanes Surya)
dari http://www.pdf-search-engine.com/komputer-masa-depan-pdf.html

Pendapat Saya
Komputer Ini tentulah sangat canggih dengan berbagai teknologi yang mumpuni, namun kecanggihannya tidak berbanding lurus dengan kegunaan masyarakat kedepannya. bayangkan saja, komputer sekecil itu mau di kerjaiin apa? malah-malah kalau komputer tersebut benar-benar beredar di tengah-tengah masyarakat. alhasil, orang yang memiliki komputer tersebut akan sering kehilangan komputernya.

Leave a comment »

fenomena CMS dalam kaitannya dengan perkembangan interface pada aplikasi WEB

Fenomena CMS (content manajement system) sudah sangat mempengaruhi perkembangan interface pada aplikasi web, sebab si user telah disuguhi oleh berbagai pilihan CMS itu sendiri, apakah itu dari segi teknologi yang digunakan, struktur engine, kinerja dan tentunya lisensi.

Jika berbicara mengenai interface, beberapa CMS benar-benar memperhatikannya, agar interface tersebut dapat memudahkan si user itu sendiri, baik berupa template, desain grafis, tata letak, dan sebagainya.

Karena itulah beberapa CMS telah mempengaruhi perkembangan aplikasi web, sebagai contoh dari beberapa CMS seperti : Drupal, WordPress, Movable Type, Joomla dan Textpattern. Intinya mereka memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi si pengguna. Mereka (para penyedia CMS) benar-benar memperhatikan interface, sebagai langkah awal dari User-friendly dan Usability.

Ada beberapa CMS yang perkembangan interfacenya sangat cepat pada aplikasi web. Untuk mengetahui CMS yang powerful tersebut, kunjungi web Rodiyansyah Sandi Fajar di http://educnology.web.id/produk/10-cms-yang-powerfull/

Leave a comment »

tugas ke tiga

Interface pada Aplikasi berbasis WEB

Perkembangan teknologi mikroprosesor saat ini yang sedemikian pesatnya membuat semakin populernya penggunaan komputer pribadi (PC) baik di rumah maupun dikantor. Popularitas PC tidak terlepas dari perkembangan Internet yang sedemikian cepat. World-wide web (WWW) – salah satu layanan Internet terpopuler yang membuat penggunaan Internet menjadi sangat mudah – memungkinkan pengiriman content-rich information ke pengguna sehingga mendorong berkembangnya aplikasi-aplikasi multimedia.

Program aplikasi yang populer untuk menjembatani pengguna dengan Internet adalah sebuah web browser. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah untuk menampilkan halaman-halaman web beserta isinya. Pesatnya perkembangan world-wide web mendorong maraknya layanan-layanan yang menawarkan penggunaan aplikasi server dengan tampilan berbasis web. Hal ini mengakibatkan semakin pentingnya posisi web browser pada komputer pribadi.

Dominasi Microsoft pada perangkat lunak PC telah membuat web browser produksinya, Internet Explorer, menjadi banyak digunakan. Disertakannya Internet Explorerpada sistem operasi Windows98 (walau menimbulkan banyak perdebatan) telah membuat Internet Explorermenjadi de facto standard web browser untuk komputer pribadi berbasis Windows.

Walau demikian, sekarang Internet Explorer diterapkan dalam bentuk ActiveX® Control. Hal ini memungkinkan aplikasi-aplikasi lain untuk mempunyai fungsionalitas sebuah web browser dengan usaha yang minimal untuk menerapkannya [MSDN00].

Aplikasi Web adalah sebuah aplikasi yang menggunakan kemampuan webserver untk memproses data dan mengirimkannya ke user melalui network/internet. Berbeda dengan aplikasi desktop , dimana harus melakukan instalasi di sisi client, untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi web hanya membutuhkan sebuah web browser yang digunakan hanya untuk menampilkan data yang diterima dari server.

Pada HTML, User Interfacenya tidak sekaya aplikasi platform lain, karena keterbatasan standar HTML tersebut. Beberapa bisa ditingkatkan dengan javascript tetapi menimbulkan masalah cross browser.

Karena keterbatasan diatas akhirnya muncullah beberapa teknologi yang dapat membuat Interface pada aplikasi web lebih dinamis. Teknologi ini dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Teknologi Client-Side. Teknologi ini membuat aplikasi web menjadi dinamis dengan melakukan manipulasi data disisi user. Contoh teknologi ini adalah JavaScript, Java Applet, Flash dan lain-lain. Keuntungan yang ditawarkan teknologi ini adalah mempermudah dan memberikan “keinteraktifan” pada web user interface.
  2. Teknologi Server-Side. Teknologi ini menawarkan ke-interaktifan data dari sisi server, karena semua data di manipulasi di sisi server.Client hanya menerima output dari server dalam bentuk HTML biasa. Contoh teknologi ini adalah CGI, PHP, ASP, JSP, ColdFusion dan lain lain.

Karakteristik dari sebuah aplikasi Web 2.0 harus memenuhi beberapa hal, diantaranya:

  • Network as platform
  • Users owning the data on the site and exercising control over that data
  • An architecture of participation and democracy that encourages users to add value to the application as they use it
  • A rich, interactive, user-friendly interface based on Ajax or similar frameworks
  • Some social-networking aspects

Web 2.0

Meskipun sudah menjadi pembicaraan sejak tahun 2004. Web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak pengguna yang mempertanyakan maksud dan manfaat dari penggunaan Web 2.0, terutama jika dibandingkan dengan web yang telah mereka kenal selama ini. Ketika web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.

konsep web 2.0 telah mengubah paradigma masyarakat internet tentang proses pembuatan dan cara kerja sebuah website. System pemrograman website yang dahulu dianggap ’susah’, seperti PHP, ASP dan HTML , sekarang telah lebih disederhanakan lagi. Web 2.0 memungkin orang yang benar benar buta sama sekali tentang internet, untuk membuat sebuah aplikasi web base dalam hitungan menit. Beberapa contoh website yang menggunakan aplikasi web 2.0 antara lain : Youtube.com , Friendster.com, Myspace.com, h5.com. Beberapa contoh tadi bisa menggambarkan apa arti web 2.0 sesungguhnya

Tujuh Karakteristik
Meskipun definisi Web 2.0 belum secara solid diformulasikan, terdapat tujuh prinsip yang mendasari karakter Web 2.0. Karakter tersebut antara lain web sebagai platform dimana menjadikan web sebagai tempat bekerja di manapun Anda berada. Cukup dengan membuka web browser, Anda dapat mengerjakan tugas mengetik dokumen, perhitungan keuangan, atau merancang presentasi melalui aplikasi-aplikasi yang telah disediakan dan dapat dijalankan secara langsung melalui internet.Karakteristik berikutnya, adanya partisipasi dari penggunadalam berkolaborasi pengetahuan. Hal ini mengingatkan akan pemberian kepercayaan kepada pengguna internet untuk dapat berpartisipasi dalam berbagi pengetahuan di Wikipedia, sebuah ensiklopedia berbasis web yang disusun berdasarkan masukan-masukan pengguna internet di seluruh dunia.Karakteristik ketiga, data menjadi trademark-nya aplikasi, mengingatkan kita pada slogan “Intel Inside” yang telah melambungkan nama prosesor Intel di kalangan pengguna komputer. Trademark tersebut telah menjadi suatu garansi kepercayaan dari pengguna akan kemampuan komputer yang akan ataupun sudah dibelinya.Maksud yang sama juga diusung oleh karakteristik ketiga ini, dimana penyuplai data akan memberikan trademark yang akan digunakan oleh pemilik website untuk memberikan garansi kepercayaan kepada pengunjungnya. Sebagai contoh adalah “Nevteq Onboard” untuk data peta pada sistem navigasi GPS dan “Powered by Google” untukdukungan Google Maps pada peta dunia berbasis web Sedangkan karakteristik selanjutnya, Web 2.0 sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik

Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service).Produsen yang memberikan pelayanan yang cepat dan bagus, akan menjadi pilihan pengguna.Karakteristik kelima, dukungan pada pemrograman yang sederhana dan ide akan web service atau RSS. Ketersediaan RSS akan menciptakan kemudahan untuk di-remix oleh website lain dengan menggunakan tampilannya masing-masing dan dukungan pemrograman yang sederhana.Karakteristik keenam, software tidak lagi terbatas pada perangkat tertentu. Hal ini mempertegas posisi web sebagai platform dimana setiap perangkat dapat mengaksesnya

Komputer tidak lagi menjadi satu-satunya perangkat yang dapat menjalankan berbagai aplikasi di internet. Setiap aplikasi harus didesain untuk dapat digunakan pada komputer pribadi, perangkat genggam seperti ponsel dan PDA, ataupun server internet. Sedangkan karakteristik terakhir, adanya kemajuan inovasi pada antar-muka (interface) disisi pengguna. Dukungan AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Yahoo!Mail Beta dan Gmail membuat pengguna merasakan nilai lebih dari sekedar situs penyedia e-mail. Kombinasi media

Web 3.0 (semantic web)

Saat masih banyak orang yang masih bingung dengan apa itu web 2.0, kini telah tiba sebuah konsep baru web 3.0. Web 3.0 mengacu pada semantic web. Banyak perusahaan IT berbais web yang telah bersiap – siap meluncurkan killer product mereka untuk menunggu gelombang ke tiga, web 3.0 ini.

Sebelum memasuki pembahasan mengenai Web 3.0, kita akan mengenal terlebih dahulu apa yang disebut dengan semantic web, karena sering disebut bahwa Web 3.0 akan mengarah pada konsep semantic web ini. Istilah semantic web sendiri telah lebih dulu dikenal dibandingkan istilah Web 3.0. Semantic web merupakan pengembangan dari world wide web di mana content web ditampilkan tidak hanya dalam format bahasa manusia yang umum (natural language), tetapi juga dalam format yang dapat dibaca dan digunakan oleh mesin (baca: software). Seperti yang kita ketahui, website ditujukan untuk memberikan informasi kepada manusia. Misalnya saat menginginkan sebuah buku, Anda dapat menelusurinya pada search engine atau website tertentu hingga akhirnya mendapatkan buku tersebut. Misalkan terdapat pilihan dari berbagai kategori untuk mendapatkan buku yang dimaksud, mesin sendiri tidak dapat memutuskan dan melakukannya tanpa arahan dari manusia karena informasi tersebut diperuntukkan agar dimengerti hanya oleh manusia dengan menggunakan natural language. Kondisi inilah yang ingin diubah oleh semantic web. Semantic web akan memiliki informasi yang dimengerti oleh mesin, yang memiliki kecerdasan buatan hingga mampu menemukan dan mengintegrasikan informasi dengan mudah. Dengan demikian fungsi web menjadi wadah universal bagi pertukaran data, informasi, dan pengetahuan, yang dapat menghasilkan kecerdasan buatan yang dapat mengerti keinginan Anda, di mana semantic web dapat diinstruksikan untuk mengambil informasi sesuai kriteria tertentu Beberapa format dan spesifi kasi yang dikenal oleh mesin dalam semantic web antara lain adalah RDF (Resource Description Framework) dan OWL (Web Ontology Language).

RDF

Di balik teknologi Web 3.0, salah satu tulang punggungnya adalah format dan spesifi kasi yang memungkinkan komunikasi dan interaksi pada level mesin, W3C (World Wide Web Consortium) mendefi nisikan format metadata yang dikenal dengan RDF (Resource Description Format). RDF terdiri dari tiga komposisi, meliputi subject, predicate, dan object. Predicate merupakan komposisi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang dijelaskan object, sementara subject dan object merupakan entitas. Object di dalam RDF dapat menjadi subject yang diterangkan oleh object yang lainnya. Dengan inilah object dapat berupa masukan yang dapat diterangkan secara jelas dan detail, sesuai dengan keinginan pengguna yang memberikan masukan. Contoh cara kerja RDF dapat diterangkan dengan satu contoh sederhana berikut, untuk mendefi nisikan “daun memiliki warna hijau”, maka “daun” direpresentasikan sebagai subject, “hijau” merupakan object, dan “memiliki warna” adalah predicate. Dengan menggunakan RDF, website dapat menyimpan dan melakukan pertukaran informasi antar-web. RDF telah digunakan pada aplikasi-aplikasi, antara lain:
1. RSS (RDF Site Summary).
RSS memberikan informasi update sebuah website tanpa pengunjung perlu mengunjungi website tersebut
2.FOAF (Friend of a Friend).
Didesain untuk mendeskripsikan orang-orang, ketertarikan dan hubungan mereka.
3. SIOC (Semantically-Interlinked Online Communities).
Menerangkan komunitas online dan menciptakan koneksi antara diskusi berbasis Internet seperti message board, blog maupun mailing list.
OWL
Web Ontology Language atau OWL (bukan WOL) didesain agar dapat digunakan oleh aplikasi yang memroses informasi OWL berbasis XML dan dapat dengan mudah dipertukarkan antara mesin dengan operating system yang berbeda, dan bahasa aplikasi yang berbeda. OWL memiliki tiga sub-language (spesies), yaitu:
1. OWL Lite.
Mendukung pengguna yang memerlukan klasifikasi hirarki dan dalam batasan yang sederhana.
2. OWL DL.
Mendukung konstruksi seluruh OWL, tetapi hanya dapat digunakan pada batasan tertentu.
3. OWL Full.
Diperuntukkan bagi pengguna yang menginginkan maksimum penggunaan dan kebebasan sintaksis.
Wajah Web 3.0
Konsep Web 3.0 diarahkan sebagai web masa depan, tetapi masa depan yang bagaimana yang ditawarkan? Hal inilah yang terkadang masih menjadi perdebatan, tetapi bisa jadi tidak ada yang salah, karena mungkin sebagian besar pemikiran mengenai web masa depan tersebut sangat mungkin untuk terlaksana. Bagaimana wajah Web 3.0 menurut berbagai pengamat? Di antaranya adalah:
1. Realisasi Semantic Web.
Semantic web cukup dipercaya sebagai wujud dari Web 3.0, dengan kecerdasan buatan, Web 3.0 diharapkan akan merealisasikan konsep semantic web dan menjadi generasi selanjutnya dari WWW.
2. Evolusi 3D.
Tidak mengherankan bahwa kemampuan 3D selalu merupakan cerminan masa depan, evolusi 3D telah terjadi pada game animasi, dan lain-lain, walaupun saat ini masih belum mengubah mayoritas wajah web. Tampilan 3D bisa jadi memang dihindari oleh sebagian pengakses Internet karena tampilan dan proses 3D berarti pula pertukaran data yang lebih besar dan tentu berpengaruh pada kecepatan maupun biaya yang dikeluarkan. Tentunya, evolusi 3D ini hanya akan berhasil jika infrastruktur di masa mendatang telah mendukung pengguna Internet pada umumnya.
3. Web sebagai Database.
Masih sering kita dengar istilah web statik dan web dinamis, Skema OWL. web statik menunjukkan bahwa website tersebut selalu memberikan informasi yang sama sebagai respon pada setiap pengunjung yang mengaksesnya. Sementara web dinamis merupakan kebalikannya, di mana informasi yang diberikan website tersebut dapat berubah secara interaktif tergantung pada kondisi dan konteks yang distimulasikan oleh pengguna. Pada Web 3.0, diharapkan website merupakan database dan tentunya semakin interaktif dan dinamis kepada pengunjung, atau dinamakan dengan Data Web. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah SPARQL yang menyediakan bahasa query standard dan Application Programming Interface (API) untuk menelusuri database RDF yang terdistribusi pada website.
4. Executable.
Jika kita melihat kembali perjalanan web dimulai dari Web 1.0, maka dapat dikatakan bahwa pengunjung Web 1.0 hanya memiliki hak sebatas read-only, karena sebagai pengunjung Anda hanya akan membaca informasi yang ditampilkan Web 1.0 Tidak heran jika kemudian istilah yang sering dipakai saat mengakses Internet adalah “browsing”, fungsi browser Internet sebatas untuk melihat informasi dari satu website ke website lainnya. Pada Web 2.0, sebagai pengunjung Anda dapat melakukan kontribusi dan memiliki hak untuk read-write, di mana Anda dapat berperan aktif pada website tersebut. Istilah “sharing” mulai umum digunakan dalam konsep Web 2.0. Web 3.0, menambah lagi hak Anda menjadi executable mengizinkan Anda memodifi kasi website itu sendiri. Dapat disimpulkan untuk mewujudkan Web 3.0, maka harus didukung oleh kemampuan dan teknologi yang merealisasikan transformasi dari web yang terpisah secara aplikasi dan penyimpanan data, menjadi saling berinteraksi sesame mesin. Interaksi tidak hanya terjadi antara pengunjung dan website, tetapi juga di antara website itu sendiri dalam formatnya sendiri. Istilah World Wide Web bisa jadi berubah menjadi World Wide Database untuk menunjukkan database yang terdistribusi dan dimungkinkan dengan adanya teknologi yang mendukung semantic web.
Jika Semuanya Menjadi Mudah
Teknologi selalu dikembangkan untuk memanjakan manusia, tidak terkecuali konsep Web 3.0, apa yang Anda inginkan akan dapat dimengerti dengan cepat sehingga mengurangi waktu dan tenaga yang harus Anda keluarkan. Lalu, apakah teknologi juga akan mengurangi produktivitas manusia saat semuanya dipermudah dan diambil alih oleh teknologi? Tentunya tidak sebagaimana kita dianugerahi dan memiliki kekayaan alam yang berlimpah, tidak seharusnya kita menyianyiakannya dan terlena di atas kekayaan tersebut, melainkan menggunakan dan mengembangkannya lagi untuk generasi seterusnya. Semoga demikian pula cara kita dalam _menyikapi teknologi.

Ide pokok dibalik web 3.0 adalah membuat data dan informasi dari web dan storage online menjadi lebih mudah dibaca dan digunakan oleh “computer” dan software -software. Sebuah dasar standar dalam presentasi dan pengelolaan data online akan disebut Resource Description Framework (RDF). Dimana hingga kini data dan informasidari web lebih banyak diintreprestasikan oleh manusia, alias hanya dibaca dan digunakan manusia. Web 3.0 akan mengubah semua itu dan membuat komputer anda mengerti isi internet anda. Sehingga bisa saja kita menyebutkan seluruh website akan di beri tanda dengan standar yang konsisten. Sehingga semua informasi online siap dikelola oleh aplikasi anda. Tentu yang kita nantikan adalah lahirnya aplikasi – aplikasi ini saat ini. Dan web 3.0 sudah sangat dekat dengan kita.
Boni Fuhrer

Leave a comment »

Perbedaan interface VB dengan Delphi

PERBEDAAN INTERFACE DELPHI DAN VISUAL BASIC

Jika di lihat dari sekilas, saya (dari sudut user) kedua bahasa pemrograman ini hampir sama (Baik bentuk, maupun tata letaknya) hanya bahasanya yang lebih jauh berbeda. Untuk interface, mungkin saya (jika di pandang dari sudut user─pribadi─) lebih familiar dengan VB, sebab seluruh tampilannya memenuhi layar monitor seperti kita bekerja dengan aplikasi lain kebanyakan. Tapi berbeda bagi Delphi, ia memiliki interface yang terpotong-potong (masih memperlihatkan backround di belakangnya), sehingga itu dapat membingungkan user─pribadi.

Jika mengkaji terlalu jauh, hasil yang saya dapat dari berbagai bahan dan diskusi, menerangkan sebagai berikut :

Delphi dan VB adalah bahasa pemrograman berbasis objek / OOP (Object Oriented Programming). VB diluncukan oleh Microsoft, setelah pemrograman BASIC. Visual Basic membuat kita mudah dalam membangun aplikasi,sehingga rata-rata sampai saat ini bayak orang mengunakannya utuk pemogaraman. Contohmya aja sampe saat ini saya lihat teman yang lagi nyusun skripsi make rata-rata peke vb padahal juga belajar Delphi.

Kemampuan Visual Basic adalah

~ Menggunakan flatform untuk pembuatan program yang diberi nama Developer Studio, yanngmemiliki tampilan dan sarana yang sama dengan Visual C++ dan Visual J++

~ Memiliki compiler handal yang dapat menghasilkan file executeable yang lebih cepat dan lebih efisien

~ Memiliki beberapa tambahan sarana wizard yang baru. Wizard adalah sarana mempermudah di dalam pembuatan aplikasi

~ Visual Basic memiliki beberapa versi atau edisi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya

Beberapa keunggulan interface pada borland delphi7 adalah

  1. Dapat dimanfaatkan sebagai implementasi teknik reference-counting, yakni teknik palingsederhana I yang di gunakan delphi dalam me-manage life-cycle object, jika RefCount = 0, implementasi class yang disediakan Delphi dalam hal ini adalah TInterfacedObject, jadi semua class yang anda turunkan dari TInterfacedObject otomatis akan mendukung reference-counting dng catatan, 100% penggunaannya harus menggunakan interface-based assignment. Namun, tidak harus, anda bisa melakukannya secara manual dng memanggil langsung method dasar yg disediakan IInterface, yakni _AddRef dan _ReleaseRef;

2. Suatu interface dapat diperoleh hanya dng melakukan QueryInterface terhadap unknown type instance, misal reference yg anda dapatkan adalah TObject, atau Pointer, atau sebuah class. Berbekal dng IID (GUID) (harus diketahui), anda dapat melakukan ekstrac-si sebuah interface dng GUID xxx misal [‘{F9F1F73F-51E9-44B7-8C8B-B82D533E5433}’]. dalam 1 block contoh diatas, anda tidak perlu melakukan Free secara manual terhadap Obj (dlm hal ini adalah sebuah TSimple instance), disinilah reference-counting bekerja.

3. kelebihan lain adalah, anda dapat menggunakan interface terhadap versi Delphi / compiler berbeda. contoh lingkup paling simple adalah interface dapat digunakan pada Delphi dng versi berbeda, misal: Delphi 5, Delphi 7 & Delphi 2007. Untuk kasus ini tentu anda harus membungkusnya dalam sebuah DLL (Dynamic Link Library), hal ini tidak dapat anda lakukan jika hanya melakukan share DCU saja.

Leave a comment »