tugas ke tiga

Interface pada Aplikasi berbasis WEB

Perkembangan teknologi mikroprosesor saat ini yang sedemikian pesatnya membuat semakin populernya penggunaan komputer pribadi (PC) baik di rumah maupun dikantor. Popularitas PC tidak terlepas dari perkembangan Internet yang sedemikian cepat. World-wide web (WWW) – salah satu layanan Internet terpopuler yang membuat penggunaan Internet menjadi sangat mudah – memungkinkan pengiriman content-rich information ke pengguna sehingga mendorong berkembangnya aplikasi-aplikasi multimedia.

Program aplikasi yang populer untuk menjembatani pengguna dengan Internet adalah sebuah web browser. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah untuk menampilkan halaman-halaman web beserta isinya. Pesatnya perkembangan world-wide web mendorong maraknya layanan-layanan yang menawarkan penggunaan aplikasi server dengan tampilan berbasis web. Hal ini mengakibatkan semakin pentingnya posisi web browser pada komputer pribadi.

Dominasi Microsoft pada perangkat lunak PC telah membuat web browser produksinya, Internet Explorer, menjadi banyak digunakan. Disertakannya Internet Explorerpada sistem operasi Windows98 (walau menimbulkan banyak perdebatan) telah membuat Internet Explorermenjadi de facto standard web browser untuk komputer pribadi berbasis Windows.

Walau demikian, sekarang Internet Explorer diterapkan dalam bentuk ActiveX® Control. Hal ini memungkinkan aplikasi-aplikasi lain untuk mempunyai fungsionalitas sebuah web browser dengan usaha yang minimal untuk menerapkannya [MSDN00].

Aplikasi Web adalah sebuah aplikasi yang menggunakan kemampuan webserver untk memproses data dan mengirimkannya ke user melalui network/internet. Berbeda dengan aplikasi desktop , dimana harus melakukan instalasi di sisi client, untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi web hanya membutuhkan sebuah web browser yang digunakan hanya untuk menampilkan data yang diterima dari server.

Pada HTML, User Interfacenya tidak sekaya aplikasi platform lain, karena keterbatasan standar HTML tersebut. Beberapa bisa ditingkatkan dengan javascript tetapi menimbulkan masalah cross browser.

Karena keterbatasan diatas akhirnya muncullah beberapa teknologi yang dapat membuat Interface pada aplikasi web lebih dinamis. Teknologi ini dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Teknologi Client-Side. Teknologi ini membuat aplikasi web menjadi dinamis dengan melakukan manipulasi data disisi user. Contoh teknologi ini adalah JavaScript, Java Applet, Flash dan lain-lain. Keuntungan yang ditawarkan teknologi ini adalah mempermudah dan memberikan “keinteraktifan” pada web user interface.
  2. Teknologi Server-Side. Teknologi ini menawarkan ke-interaktifan data dari sisi server, karena semua data di manipulasi di sisi server.Client hanya menerima output dari server dalam bentuk HTML biasa. Contoh teknologi ini adalah CGI, PHP, ASP, JSP, ColdFusion dan lain lain.

Karakteristik dari sebuah aplikasi Web 2.0 harus memenuhi beberapa hal, diantaranya:

  • Network as platform
  • Users owning the data on the site and exercising control over that data
  • An architecture of participation and democracy that encourages users to add value to the application as they use it
  • A rich, interactive, user-friendly interface based on Ajax or similar frameworks
  • Some social-networking aspects

Web 2.0

Meskipun sudah menjadi pembicaraan sejak tahun 2004. Web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak pengguna yang mempertanyakan maksud dan manfaat dari penggunaan Web 2.0, terutama jika dibandingkan dengan web yang telah mereka kenal selama ini. Ketika web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.

konsep web 2.0 telah mengubah paradigma masyarakat internet tentang proses pembuatan dan cara kerja sebuah website. System pemrograman website yang dahulu dianggap ’susah’, seperti PHP, ASP dan HTML , sekarang telah lebih disederhanakan lagi. Web 2.0 memungkin orang yang benar benar buta sama sekali tentang internet, untuk membuat sebuah aplikasi web base dalam hitungan menit. Beberapa contoh website yang menggunakan aplikasi web 2.0 antara lain : Youtube.com , Friendster.com, Myspace.com, h5.com. Beberapa contoh tadi bisa menggambarkan apa arti web 2.0 sesungguhnya

Tujuh Karakteristik
Meskipun definisi Web 2.0 belum secara solid diformulasikan, terdapat tujuh prinsip yang mendasari karakter Web 2.0. Karakter tersebut antara lain web sebagai platform dimana menjadikan web sebagai tempat bekerja di manapun Anda berada. Cukup dengan membuka web browser, Anda dapat mengerjakan tugas mengetik dokumen, perhitungan keuangan, atau merancang presentasi melalui aplikasi-aplikasi yang telah disediakan dan dapat dijalankan secara langsung melalui internet.Karakteristik berikutnya, adanya partisipasi dari penggunadalam berkolaborasi pengetahuan. Hal ini mengingatkan akan pemberian kepercayaan kepada pengguna internet untuk dapat berpartisipasi dalam berbagi pengetahuan di Wikipedia, sebuah ensiklopedia berbasis web yang disusun berdasarkan masukan-masukan pengguna internet di seluruh dunia.Karakteristik ketiga, data menjadi trademark-nya aplikasi, mengingatkan kita pada slogan “Intel Inside” yang telah melambungkan nama prosesor Intel di kalangan pengguna komputer. Trademark tersebut telah menjadi suatu garansi kepercayaan dari pengguna akan kemampuan komputer yang akan ataupun sudah dibelinya.Maksud yang sama juga diusung oleh karakteristik ketiga ini, dimana penyuplai data akan memberikan trademark yang akan digunakan oleh pemilik website untuk memberikan garansi kepercayaan kepada pengunjungnya. Sebagai contoh adalah “Nevteq Onboard” untuk data peta pada sistem navigasi GPS dan “Powered by Google” untukdukungan Google Maps pada peta dunia berbasis web Sedangkan karakteristik selanjutnya, Web 2.0 sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik

Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service).Produsen yang memberikan pelayanan yang cepat dan bagus, akan menjadi pilihan pengguna.Karakteristik kelima, dukungan pada pemrograman yang sederhana dan ide akan web service atau RSS. Ketersediaan RSS akan menciptakan kemudahan untuk di-remix oleh website lain dengan menggunakan tampilannya masing-masing dan dukungan pemrograman yang sederhana.Karakteristik keenam, software tidak lagi terbatas pada perangkat tertentu. Hal ini mempertegas posisi web sebagai platform dimana setiap perangkat dapat mengaksesnya

Komputer tidak lagi menjadi satu-satunya perangkat yang dapat menjalankan berbagai aplikasi di internet. Setiap aplikasi harus didesain untuk dapat digunakan pada komputer pribadi, perangkat genggam seperti ponsel dan PDA, ataupun server internet. Sedangkan karakteristik terakhir, adanya kemajuan inovasi pada antar-muka (interface) disisi pengguna. Dukungan AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Yahoo!Mail Beta dan Gmail membuat pengguna merasakan nilai lebih dari sekedar situs penyedia e-mail. Kombinasi media

Web 3.0 (semantic web)

Saat masih banyak orang yang masih bingung dengan apa itu web 2.0, kini telah tiba sebuah konsep baru web 3.0. Web 3.0 mengacu pada semantic web. Banyak perusahaan IT berbais web yang telah bersiap – siap meluncurkan killer product mereka untuk menunggu gelombang ke tiga, web 3.0 ini.

Sebelum memasuki pembahasan mengenai Web 3.0, kita akan mengenal terlebih dahulu apa yang disebut dengan semantic web, karena sering disebut bahwa Web 3.0 akan mengarah pada konsep semantic web ini. Istilah semantic web sendiri telah lebih dulu dikenal dibandingkan istilah Web 3.0. Semantic web merupakan pengembangan dari world wide web di mana content web ditampilkan tidak hanya dalam format bahasa manusia yang umum (natural language), tetapi juga dalam format yang dapat dibaca dan digunakan oleh mesin (baca: software). Seperti yang kita ketahui, website ditujukan untuk memberikan informasi kepada manusia. Misalnya saat menginginkan sebuah buku, Anda dapat menelusurinya pada search engine atau website tertentu hingga akhirnya mendapatkan buku tersebut. Misalkan terdapat pilihan dari berbagai kategori untuk mendapatkan buku yang dimaksud, mesin sendiri tidak dapat memutuskan dan melakukannya tanpa arahan dari manusia karena informasi tersebut diperuntukkan agar dimengerti hanya oleh manusia dengan menggunakan natural language. Kondisi inilah yang ingin diubah oleh semantic web. Semantic web akan memiliki informasi yang dimengerti oleh mesin, yang memiliki kecerdasan buatan hingga mampu menemukan dan mengintegrasikan informasi dengan mudah. Dengan demikian fungsi web menjadi wadah universal bagi pertukaran data, informasi, dan pengetahuan, yang dapat menghasilkan kecerdasan buatan yang dapat mengerti keinginan Anda, di mana semantic web dapat diinstruksikan untuk mengambil informasi sesuai kriteria tertentu Beberapa format dan spesifi kasi yang dikenal oleh mesin dalam semantic web antara lain adalah RDF (Resource Description Framework) dan OWL (Web Ontology Language).

RDF

Di balik teknologi Web 3.0, salah satu tulang punggungnya adalah format dan spesifi kasi yang memungkinkan komunikasi dan interaksi pada level mesin, W3C (World Wide Web Consortium) mendefi nisikan format metadata yang dikenal dengan RDF (Resource Description Format). RDF terdiri dari tiga komposisi, meliputi subject, predicate, dan object. Predicate merupakan komposisi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang dijelaskan object, sementara subject dan object merupakan entitas. Object di dalam RDF dapat menjadi subject yang diterangkan oleh object yang lainnya. Dengan inilah object dapat berupa masukan yang dapat diterangkan secara jelas dan detail, sesuai dengan keinginan pengguna yang memberikan masukan. Contoh cara kerja RDF dapat diterangkan dengan satu contoh sederhana berikut, untuk mendefi nisikan “daun memiliki warna hijau”, maka “daun” direpresentasikan sebagai subject, “hijau” merupakan object, dan “memiliki warna” adalah predicate. Dengan menggunakan RDF, website dapat menyimpan dan melakukan pertukaran informasi antar-web. RDF telah digunakan pada aplikasi-aplikasi, antara lain:
1. RSS (RDF Site Summary).
RSS memberikan informasi update sebuah website tanpa pengunjung perlu mengunjungi website tersebut
2.FOAF (Friend of a Friend).
Didesain untuk mendeskripsikan orang-orang, ketertarikan dan hubungan mereka.
3. SIOC (Semantically-Interlinked Online Communities).
Menerangkan komunitas online dan menciptakan koneksi antara diskusi berbasis Internet seperti message board, blog maupun mailing list.
OWL
Web Ontology Language atau OWL (bukan WOL) didesain agar dapat digunakan oleh aplikasi yang memroses informasi OWL berbasis XML dan dapat dengan mudah dipertukarkan antara mesin dengan operating system yang berbeda, dan bahasa aplikasi yang berbeda. OWL memiliki tiga sub-language (spesies), yaitu:
1. OWL Lite.
Mendukung pengguna yang memerlukan klasifikasi hirarki dan dalam batasan yang sederhana.
2. OWL DL.
Mendukung konstruksi seluruh OWL, tetapi hanya dapat digunakan pada batasan tertentu.
3. OWL Full.
Diperuntukkan bagi pengguna yang menginginkan maksimum penggunaan dan kebebasan sintaksis.
Wajah Web 3.0
Konsep Web 3.0 diarahkan sebagai web masa depan, tetapi masa depan yang bagaimana yang ditawarkan? Hal inilah yang terkadang masih menjadi perdebatan, tetapi bisa jadi tidak ada yang salah, karena mungkin sebagian besar pemikiran mengenai web masa depan tersebut sangat mungkin untuk terlaksana. Bagaimana wajah Web 3.0 menurut berbagai pengamat? Di antaranya adalah:
1. Realisasi Semantic Web.
Semantic web cukup dipercaya sebagai wujud dari Web 3.0, dengan kecerdasan buatan, Web 3.0 diharapkan akan merealisasikan konsep semantic web dan menjadi generasi selanjutnya dari WWW.
2. Evolusi 3D.
Tidak mengherankan bahwa kemampuan 3D selalu merupakan cerminan masa depan, evolusi 3D telah terjadi pada game animasi, dan lain-lain, walaupun saat ini masih belum mengubah mayoritas wajah web. Tampilan 3D bisa jadi memang dihindari oleh sebagian pengakses Internet karena tampilan dan proses 3D berarti pula pertukaran data yang lebih besar dan tentu berpengaruh pada kecepatan maupun biaya yang dikeluarkan. Tentunya, evolusi 3D ini hanya akan berhasil jika infrastruktur di masa mendatang telah mendukung pengguna Internet pada umumnya.
3. Web sebagai Database.
Masih sering kita dengar istilah web statik dan web dinamis, Skema OWL. web statik menunjukkan bahwa website tersebut selalu memberikan informasi yang sama sebagai respon pada setiap pengunjung yang mengaksesnya. Sementara web dinamis merupakan kebalikannya, di mana informasi yang diberikan website tersebut dapat berubah secara interaktif tergantung pada kondisi dan konteks yang distimulasikan oleh pengguna. Pada Web 3.0, diharapkan website merupakan database dan tentunya semakin interaktif dan dinamis kepada pengunjung, atau dinamakan dengan Data Web. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah SPARQL yang menyediakan bahasa query standard dan Application Programming Interface (API) untuk menelusuri database RDF yang terdistribusi pada website.
4. Executable.
Jika kita melihat kembali perjalanan web dimulai dari Web 1.0, maka dapat dikatakan bahwa pengunjung Web 1.0 hanya memiliki hak sebatas read-only, karena sebagai pengunjung Anda hanya akan membaca informasi yang ditampilkan Web 1.0 Tidak heran jika kemudian istilah yang sering dipakai saat mengakses Internet adalah “browsing”, fungsi browser Internet sebatas untuk melihat informasi dari satu website ke website lainnya. Pada Web 2.0, sebagai pengunjung Anda dapat melakukan kontribusi dan memiliki hak untuk read-write, di mana Anda dapat berperan aktif pada website tersebut. Istilah “sharing” mulai umum digunakan dalam konsep Web 2.0. Web 3.0, menambah lagi hak Anda menjadi executable mengizinkan Anda memodifi kasi website itu sendiri. Dapat disimpulkan untuk mewujudkan Web 3.0, maka harus didukung oleh kemampuan dan teknologi yang merealisasikan transformasi dari web yang terpisah secara aplikasi dan penyimpanan data, menjadi saling berinteraksi sesame mesin. Interaksi tidak hanya terjadi antara pengunjung dan website, tetapi juga di antara website itu sendiri dalam formatnya sendiri. Istilah World Wide Web bisa jadi berubah menjadi World Wide Database untuk menunjukkan database yang terdistribusi dan dimungkinkan dengan adanya teknologi yang mendukung semantic web.
Jika Semuanya Menjadi Mudah
Teknologi selalu dikembangkan untuk memanjakan manusia, tidak terkecuali konsep Web 3.0, apa yang Anda inginkan akan dapat dimengerti dengan cepat sehingga mengurangi waktu dan tenaga yang harus Anda keluarkan. Lalu, apakah teknologi juga akan mengurangi produktivitas manusia saat semuanya dipermudah dan diambil alih oleh teknologi? Tentunya tidak sebagaimana kita dianugerahi dan memiliki kekayaan alam yang berlimpah, tidak seharusnya kita menyianyiakannya dan terlena di atas kekayaan tersebut, melainkan menggunakan dan mengembangkannya lagi untuk generasi seterusnya. Semoga demikian pula cara kita dalam _menyikapi teknologi.

Ide pokok dibalik web 3.0 adalah membuat data dan informasi dari web dan storage online menjadi lebih mudah dibaca dan digunakan oleh “computer” dan software -software. Sebuah dasar standar dalam presentasi dan pengelolaan data online akan disebut Resource Description Framework (RDF). Dimana hingga kini data dan informasidari web lebih banyak diintreprestasikan oleh manusia, alias hanya dibaca dan digunakan manusia. Web 3.0 akan mengubah semua itu dan membuat komputer anda mengerti isi internet anda. Sehingga bisa saja kita menyebutkan seluruh website akan di beri tanda dengan standar yang konsisten. Sehingga semua informasi online siap dikelola oleh aplikasi anda. Tentu yang kita nantikan adalah lahirnya aplikasi – aplikasi ini saat ini. Dan web 3.0 sudah sangat dekat dengan kita.
Boni Fuhrer

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: